SINOPSIS Rabiah tinggal bersama ibunya. Ayah Rabiah telah meninggal. Setiap hari Rabiah memerah susu kambing. Kemudian, Rabiah menjual susu di pasar. Ibu Rabiah meminta Rabiah mencampur susu dengan air. Apa Rabiah mau menuruti perintah ibunya? Bagaimana cerita selengkapnya? Ayo, simak cerita selengkapnya.
### Buku Buku ini berfokus pada kisah inspiratif Rabiah, seorang pendual susu yang berakhlaqul karimah, di masa keemasan Islam. Cerita ini diambil dari Kitab Tarikh Dimasya karya ibnu Asakir, menyajikan sejumlah pengalaman Rabiah dan interaksi dengan Khalifah Umar Bin Khatab. Rabiah, seorang anak yang mengalami kehilangan ayahnya dan tinggal bersama ibunya yang sudah tua, harus bekerja keras memerah susu kambing untuk menunjang kehidupan keluarganya. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, seperti sisa rumput yang menipis dan hasil perahan susu yang terbatas, Rabiah terus berusaha dengan penuh susunan. Perjuangan Rabiah dalam menjaga kualitas susu yang murni menunjukkan keikhlasan dan ketekunan. Khalifah Umar Bin Khatab, yang kagum dengan akhlak Rabiah, memberikan hadiah kepada Rabiah untuk menghargai usahanya. Hadiah tersebut disambut dengan rasa syukur dan kehormatan oleh Rabiah. Cerita ini juga menyoroti peran Khalifah Umar dalam memastikan keadaan rakyatnya. Ia mengunjungi rumah Rabiah untuk memastikan keadaannya baik-baik saja. Namun, Rabiah menolak permintaan ibunya untuk mencampur susu dengan air, menunjukkan keteguhan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupannya. Kesimpulannya, buku ini mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, ketekunan, dan ketakutan kepada Allah dalam menjalani kehidupan, serta menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan dengan penuh susunan akan mendapatkan balasan dari Allah. Hadiah yang diberikan oleh Khalifah Umar kepada Rabiah merupakan bukti nyata dari apresiasi terhadap akhlakul karimah yang diterapkan oleh Rabiah.
Unduh untuk perangkat lain: