Vox populi vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Artinya, suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi. Harus diakui saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami krisis multidimensi. Ketika pandemi Covid mewabah secara global, ekonomi terpuruk. Perang Rusia vs Ukraini menambah beban problem ekonomi di banyak negara. Sementara di dalam negeri, banyak masalah yang mendera hingga menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah. Hal itu di antaranya kelangkaan minyak goreng di negeri yang kaya kelapa sawit ini, runtuhnya supremasi hukum, dan banyak lainnya. Karena itu, dalam program Noelis Bareng Pemred (No Baper) kali ini, para penulis yang terdiri atas kaum pendidik, praktisi, dan orang tua menyuarakan gagasan dan pemikiran mereka andai menjadi presiden RI. Ada yang serius, ada pula yang menyampaikannya dengan gaya humor namun tidak kehilangan pesan substansinya. Keren total!!!
### "Suara Kaum Pendidik jika Menjadi Presiden RI" Buku ini menggambarkan berbagai visi dan misi yang diusung oleh para tokoh pendidikan dan penyair jika mereka menjadi Presiden Republik Indonesia. Setiap penulis berbagi pandangan mereka tentang bagaimana memimpin negara, mulai dari isu pendidikan, ekonomi, hingga kritik sosial. Dalam bab pertama, Eko Prasetyo berpendapat bahwa menjadi Presiden harus ditanggung sendiri dan tidak berani berjanji apa-apa yang mustahil. Bab berikutnya, Uki Lestari mengeksplorasi aspirasi menjadi Presiden dalam konteks sosial dan politik. Bab berikutnya, Yesi Arisanti membahas tentang jabatan yang akan dipegang, sementara Nadya menegaskan harapan dan doa untuk terpilihnya Presiden. Bab 5 hingga 20, berbagai penulis memberikan pandangan mereka tentang berbagai isu, mulai dari gaji guru yang naik dua kali lipat, desa wisata yang aduhai, hingga pengarahan pada kritik sosial. Bab 21 hingga 37 menampilkan berbagai visi dan aspirasi yang dinyatakan dalam bentuk puisi, mengkritik dan memperjuangkan berbagai isu sosial. Bab 38 hingga 40 menekankan peran ibu negara dan pengarahan politik. Di akhir bab 41, ada penekanan pada aturan baru dan pengarahan politik yang berlaku. Bab terakhir, 42, menyajikan berbagai visi dan aspirasi tentang apa yang akan dilakukan jika menjadi Presiden, dengan menyajikan berbagai aspek kehidupan negara. Buku ini merupakan wadah yang baik untuk memahami berbagai sudut pandang dari kaum pendidik dan penyair tentang bagaimana memimpin negara, sekaligus menunjukkan bagaimana kritik dan aspirasi dapat dinyatakan dalam bentuk karya sastra.
Unduh untuk perangkat lain: