Sesuatu yang akan retak, bila tidak berhati-hati menjaganya untuk menjadi abadi, akan menghadirkan wajah-wajah kusut, wajah-wajah tertekan, dan wajah-wajah cemas yang tertangkap dalam suasana kebersamaan. Wajah-wajah ceria, wajah-wajah berseri, wajah-wajah berbunga, dapat diprediksi, bergetar dalam api dan tarian derita karena cita, cinta, dan asmara. Sesuatu yang tidak hanya retak, tapi pecah berkeping-keping dan tak mungkin menjadikannya abadi, adalah akhir dari sebuah kisah. Kisah yang tak mungkin lagi dipertahankan dan akan menyisakan sejuta kenangan. Kenangan berwujud asa, rindu, kekecewaan, keputusasaan, dan segala macam bentuk rasa. Semua rasa itu terangkum dalam buku kumpulan puisi ini. Inilah dia, buku kumpulan puisi berjudul Retak, buku solo ke-11 karya penulis jebolan kelas pelatihan menulis yang diadakan oleh MediaGuru. Buku ini terdiri dari 71 buah puisi karya sendiri, yang tidak hanya menjadi suguhan yang pantas untuk dibaca karena indahnya larik di dalamnya, tapi ada pembelajaran dan pesan yang disampaikan penulis lewat diksi-diksi menawannya. Penasaran? Segera miliki buku keren ini!
### Retak, kumpulan puisi pertama Irwanto, merupakan hasil perenungan mendalam terhadap fenomena kehidupan yang sering terjadi. Dengan imajinasi yang luas dan kesehatan fisik yang prima, penyair ini mengungkapkan perasaan, harapan, keinginan, dan cinta melalui untaian kata yang menarik. Poem ini tidak hanya sekadar imajinasi atau permainan kata, tetapi juga hasil dari refleksi terhadap kehidupan. Dalam Retak, irwan membagikan pesan rasa, harapan, dan keinginan dalam bentuk puisi yang berusaha memberikan hikmah dan pembelajaran bagi pembaca. Buku ini menawarkan 60 puisi yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan, dari rindu, kenyataan, hingga semangat untuk maju bersama.
Unduh untuk perangkat lain: