Pohon menjulang sedap dipandang Pohon berbuah ramai bersenang Jiwa merebah tiada berkelang Pakailah selalu duhai hulubalang *** (Hulubalang Hilang Rasa, Sri Siti Rasida) Syair merupakan notasi kehidupan yang memberikan banyak makna. Ia hadir berupa kekuatan pesan dan kedalaman arti di setiap baitnya. Buku “Hulubalang (Kumpulan Syair)” ini mengusung filosofi-filosofi yang lahir dari hasil kontemplasi keseharian penyair sebagai wujud kecintaannya pada dunia sastra. Dunia yang sudah digelutinya sejak belia. Hikmah apa sajakah yang terangkum di dalamnya? Mari telusuri bersama.
singkat buku "Syair Hulubalang" oleh Sri Siti Rasida dapat disajikan sebagai berikut --- Dalam puitisnya, penyair Sri Siti Rasida menggambarkan sebuah negeri dan peradaban Melayu melalui cerita syair yang mendalam dan elegan. Buku ini terdiri dari 17 bab, setiap bab membawa pembaca pada peristiwa dan kehidupan yang berbeda. Mulai dari kisah kaisar dan putra mahkota, strategi politik, hingga perjalanan spiritual, semuanya disajikan dalam gaya bahasa yang klasik dan akrostik yang halus. Kehidupan dan emosi karakter diwujudkan dengan kuat melalui repetisi kata-kata yang membangun gambaran yang mendalam. Syair ini bukan hanya pujian terhadap keindahan bahasa, tetapi juga menyampaikan petuah dan amanat yang mendalam. Setiap baris syair, dari "Patik sejumput hamba sahaya" hingga "Duhai Jamilah pengundang rasa", membangun narasi yang mengharukan dan menghibur. Buku ini menjadi bukti bahwa syair, meskipun sederhana, dapat memberikan kemanfaatan yang mendalam kepada pembaca. --- ini menggambarkan isi dan nilai buku dengan ringkas dan tepat, sesuai dengan konten yang diberikan dalam buku tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: