Sebuah fenomena bila orang-orang seumuran berkumpul dan bergaul di saat umur mereka tak muda lagi, tentu mereka akan lupa dengan usia. Dalam kebersamaan, lahir gelak tawa, canda, dan penggunaan kata-kata lama yang menjadi kebiasaan mereka dahulu. Dalam bercengkerama, muncul rasa rindu di hati akan indahnya kehidupan masa lalu yang pernah dilewati. Akan tetapi ada yang perlu dikhawatirkan, cara dan tabiat sesama mereka sudah jauh berbeda dan tentunya akan memancing munculnya persoalan dan problem. Mungkin awalnya tidak akan menjadi masalah yang meresahkan. Namun, kalau dibiarkan akan menjadi duri dalam daging, api dalam sekam yang sewaktu-waktu akan menjadi malapetaka dan menghancurkan mereka. Ujung-ujungnya, akan terjadi pertikaian dan berakhir penyesalan. Oleh karena itu, sebelum terjadi, ada pengingat di antara mereka. Fenomena inilah yang diangkat penulis dalam cerita berbahasa daerah, berjudul Tuo Alun Mudo Talampau. Buku berbahasa Minang ini ditulis oleh alumni kelas pelatihan menulis MediaGuru yang telah menghasilkan 11 buku solo, 3 di antaranya berbahasa Minang, dan lebih dari 50 buah buku antologi yang ia tulis bersama penulis kenamaan tanah air. Dapat dipastikan buku ini sangat layak untuk dibaca. Penasaran? Segera dapatkan buku keren ini!
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.