Jalan Kehilangan berisi kesedihan, kepahitan, dan keterpurukan atas kehilangan dirinya yang kembali ke sisi Yang Mahaabadi. Langit yang runtuh dan laut yang luruh menelan puing tubuh yang jatuh. Seakan apa yang pergi dan tak kembali membawa semua mimpi, tak tersisa sama sekali. Dia yang pergi tanpa tapi, tanpa basa-basi, dan tanpa pamit, membawa duka mendalam untuk yang tertinggal di dunia ini. Cukup menguras emosi, tetapi tanpa tangis yang meratapi. Buku kedua dari trilogi puisi ini menjadi titik balik penulis yang terpukul oleh kenyataan pahit saat kehilangan sosok yang dicintai. Jangan lewatkan untuk membacanya. Siapkan tisu!
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.