Aarunya Hira Mahawira selalu merasa hidupnya sempurna. Ia dikelilingi cinta yang melimpah tanpa batas. Tertanam jelas di kepala bahwa ia satu-satunya yang terkasih, kesayangan papa-mamanya.
### "Hira..., kamu masih ingin tinggal di sini?" Pertanyaan Rahayu yang tajam menghantam hati Hira, membuatnya teringat betapa pentingnya lelaki tercintanya dalam hidupnya. Kehilangan Papa, lelaki yang pernah menjadi sumber kehangatan dan perlindungan dalam hidupnya, telah membuat Hira merasakan rasa sakit yang tak tertahankan. Meski Hira telah terpisah dengan Papa di dimensi berbeda, dia masih merindukan sentuhan hangatnya dan cinta yang mendalam. Suara Osa, mantan kekasih Hira, yang kini menjadi putra mahkota, menambah rasa sakit di hati Hira. Osa menyatakan bahwa Hira mungkin masih ingin lebih lama bersama Om Hayu, yang telah menjadi figur pengganti dalam hidupnya. Namun, Hira merasa bahwa meski Papa selalu menyebutnya matahari dalam hidupnya, rasa cinta yang mendalam terhadap Papa tidak bisa diubah. Pertemuan dengan Bayanaka N. Danadyaksa, seorang dokter, yang datang membawa berita kematian Papa, menambah rasa sakit yang tak tertahankan. Hira merasa bahwa bocah yang kini duduk di tepi lembah memegang nisan tersebut telah mengambil terlalu banyak ruang dalam masa duka dan kenangan yang seharusnya miliknya. ini menggambarkan kisah cinta yang mendalam, kehilangan, dan rasa sakit yang tak tertahankan yang dialami Hira setelah kehilangan Papa.
Unduh untuk perangkat lain: