Produk pertanian cerdas IoT dirancang untuk membantu memantau ladang tanaman menggunakan sensor dan mengotomatisasi sistem irigasi. Hasilnya, petani dan brand terkait dapat dengan mudah memantau kondisi lahan dari mana saja tanpa kesulitan. Kualitas tanah : Analisis kesehatan tanah membantu dalam menentukan nilai nutrisi dan area pertanian yang lebih kering, kapasitas drainase tanah, atau keasaman, yang memungkinkan penyesuaian jumlah air yang dibutuhkan untuk irigasi dan memilih jenis budidaya yang paling menguntungkan. Robotika dalam Pertanian : Sejak revolusi industri pada tahun 1800-an, otomatisasi menjadi lebih maju untuk menangani tugas-tugas rumit secara efisien dan meningkatkan produksi. Dengan meningkatnya permintaan dan kekurangan tenaga kerja di seluruh dunia, robot pertanian atau yang biasa dikenal dengan Agribot mulai mendapat perhatian di kalangan petani. Kemajuan terkini dalam sensor dan teknologi AI yang memungkinkan mesin berlatih di lingkungannya telah membuat agrobot menjadi lebih terkenal. Kita masih dalam tahap awal revolusi ag-robotika, memanfaatkan potensi penuh Internet of Things di bidang pertanian, dengan sebagian besar produk masih dalam tahap uji coba awal dan mode penelitian dan pengembangan. Drone di bidang pertanian : digunakan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan berbagai aktivitas pertanian seperti pemantauan tanaman, penyemprotan tanaman, analisis tanah, dan pemetaan. Faktanya, pertanian adalah salah satu sektor utama yang menggunakan drone. Drone yang dilengkapi sensor dan kamera digunakan untuk pencitraan, pemetaan, dan survei peternakan. Ada drone berbasis darat dan drone udara. Drone udara, yang secara resmi dikenal sebagai kendaraan udara tak berawak (UAV) atau
### Buku "Smart Agriculture 2" adalah lanjutan dari seri pertama yang menekankan pentingnya pangan dan lingkungan dalam konteks global. Dalam buku ini, penulis Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi Dipl. WRD. M.Eng. menelaah tiga isu global penting perubahan iklim, tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19, dan konflik di Eropa yang belum berakhir. Isu-isu ini mendorong semua negara untuk memperkuat sektor dalam negeri, khususnya sektor pangan, untuk mencapai kemandirian pangan. Buku ini memaparkan tantangan yang dihadapi sektor pertanian lokal, seperti penggunaan lahan pertanian yang semakin terbatas akibat industrialisasi, perumahan, dan pertambangan. Namun, buku ini juga menawarkan solusi melalui konsep Agrokonservasi dan teknologi Internet of Things (IoT) atau Pertanian Pintar. Teknologi IoT digunakan untuk irigasi pintar, prediksi cuaca, dan kontrol nutrisi tanaman, yang semuanya berkontribusi pada keberlanjutan pangan dan kesehatan lingkungan. Dengan menyajikan ilustrasi dan diagram, buku ini menjadi alat yang efektif untuk membangkitkan minat terhadap dunia pangan dari hulu hingga hilir. Semarang, 5 Desember 2023.
Unduh untuk perangkat lain: