Denting nada “Fur Elise” bergema di ruang keluargaku. Hanya aku yang mendengarnya. Aku pun sering mendengar suara lonceng, petikan harpa, bahkan gesekan biola semenjak… kecelakaan itu. Lagi, hanya aku yang mendengarnya. Pada suatu malam, tepat jam 11, aku berjingkat, mengendap-endap ke ruang keluarga. Lalu… aku melihatnya! Seseorang tengah duduk di depan piano yang biasa kumainkan. Jari-jarinya menekan-nekan tuts piano dengan lincah. Ia… seorang wanita. Berambut ikal pirang. Ia… menoleh ke arahku. “Kau takkan bisa lepas dari semua itu.”
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.