Perkara cinta dan kepemilikan pasangan sering kali dijadikan permasalahan yang seolah-olah begitu signifikan. Status lajang tak jarang begitu hangat diperbincangkan dan tak tergantikan. Dani mencoba membangun susunan kata-kata yang menceritakan berbagai peristiwa, rasa, dan bahkan benda dari sudut pandang kacamata seorang lajang. Tulisan ini mungkin saja bisa menunjukkan bahwa tidak selamanya lajang memiliki kehidupan yang penuh dengan rasa sepi atau kesendirian. Dani tidak sedang mengajak Anda untuk beranggapan bahwa lajang lebih baik dari berpasangan. Hanya saja status kepemilikan pasangan bukanlah cerita yang selalu tepat dan nikmat untuk diangkat dalam berbagai kesempatan perjumpaan.
Berikut adalah sinopsis singkat buku "Kacamata dalam Temaram" oleh Dwi Hardani Oktawirawan, seolah-olah untuk cover belakang buku --- Buku ini menggambarkan perjalanan emosional dan realita hidup seorang penulis yang menjalani masa studi di Kota Malang. Dari puisi-puisi ini, pembaca akan menemukan ekspresi diri, perasaan, dan realita yang menantang yang dialami oleh penulis. Masa itu menjadi awal tekad penulis untuk aktif menulis, baik dalam bentuk puisi maupun karya lain. Puisi-puisi dalam buku ini juga menjadi pemupuk rasa untuk terus menulis, sekaligus menjadi angin segar bagi para pembaca yang sering berhadapan dengan tantangan kata-kata di luar sana. Semoga buku ini dapat menjadi teman berbagi rasa, khususnya bagi para lajang yang merasa terancam oleh kata-kata di luar sana. --- ini dirancang untuk memberikan pemahaman singkat tentang isi dan tema buku, seolah-olah untuk cover belakang buku.
Unduh untuk perangkat lain: