Bersama dua anak kandungnya yang tak dapat kita tolak kelahirannya, kebebasan dan HAM, arus modernitas terus bergerak cepat ke depan. Sementara, umat Islam tetap berada dalam keadaan stagnan. Akibatnya, realitas kebudayaan kaum Muslimin di seluruh dunia termarginalisasi. Tradisi dan kebiasaan-kebiasaan mereka dicabik-cabik dan digerus oleh proses modernitas. Bahkan, di banyak negara Islam, umat Islam menjadi sasaran pembodohan dan pemiskinan bangsa-bangsa maju. Lantas, bagaimana kaum Muslimin menjawab klaim diri bahwa “Islam adalah unggul dan tak bisa diungguli”, di tengah amuk gelombang paling gila bernama modernisme itu? Bagaimana pula kaum Muslimin dapat membuktikan klaim bahwa “Hukum Islam itu selaras dengan perkembangan zaman”? Buku ini merekam dengan sangat baik dinamika pemikiran Islam tradisional, yaitu kalangan intelektual muda NU dan pesantren, di tengah gempuran dahsyat modernisme dalam satu dasawarsa ini. Realitas-realitas yang terjadi di kalangan kaum Muslimin tersebut ditatap dengan tajam dan keprihatinan yang penuh oleh generasi muda yang progresif itu. Semua itu dilakukan dalam rangka agar kaum Muslimin mampu berdiri tegak di atas kaki agama Islam di tengah cengkeraman modernisme. Selamat membaca!
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.