sunyi yang masih merah berkerumun di lengkung bulan dalam benak yang sajak kata-kata ditiriskan dari cuaca sebelum disepuh bermacam warna dan pendar cahaya sebuah sabda membalut luka, membasuh duka rakaat yang terlunta sepanjang hayat lalu muncullah larik sajak itu: “sunyi menemukan tempat istirahatnya :disana” begitulah para penyair menyajakkan nasibnya yang hitam, menarik diri dari pedih monokromatik: ketika tak menulis tentang bencana dan tragedy diolok-olok penyair salon, ketika tak menulis lagi karena belum temukan pengucapan baru ditertawakan kamus dan ketika membacakan puisi di istana digelari penyair… aku termangu menonton hologram itu, merasa tak bisa ambil bagian dari keagungan sajak: buah api diperam-matangkan semak kata-kata dan tak bisa dikupas oleh tuhan yang sedih (Penyair,2)
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.