Puisi-puisi dalam buku ini adalah upaya saya berdamai dengan diri sendiri, sekalipun sesekali kemarahan muncul dalam bentuk yang redam. Saya menekan emosi agar tidak meledak menjadi sarkasmemurahan yang akan mengesankan puisi-puisi ini bertindak seumpama preman pasar yang menghakimi orang-orang menyebalkan di sekelilingnya. Untuk sementara (entah kelak), tampil elegan dan bersajaha agaknya jauh lebih bagus daripada mengumbar kemarahan membabi-buta kepada setiap orang. Seumpama tarekat—yangmerupakan jalan mendekatkan diri kepada Tuhan—sayamenjadikan puisi sebagai jalan mendekatkan diri pada hakikat hidup. Hakikat yang tidak mutlak, bukan kesimpulan akhir, bukan jawaban, tetapi memiliki makna tak terbatas. Puisi adalah jalan, bukan kesimpulan. Jejaknya menyisakan tanya di setiap kata-kata yang tak sempurna,tak berarti. Siapa pun bisa melaluinya, juga pejalan kaki.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.