Cerita ini berkisah tentang sebuah rumah mungil yang terletak di tengah sebuah ladang, di mana kebahagiaan keluarga dimulai. Meskipun rumah mereka belum sempurna dan penuh dengan kekurangan, keluarga ini selalu bersyukur kepada Sang Maha Pencipta atas apa yang mereka miliki. Pada momen tersebut, istri merindukan ayahnya yang telah meninggal dan berharap bahwa ayahnya masih hidup untuk melihat kebahagiaan mereka. Suaminya menghiburnya, mengatakan bahwa ayah mereka pasti sangat senang dengan apa yang mereka capai saat ini. Buku ini mengungkap makna kebahagiaan dalam kesederhanaan, pentingnya keluarga, dan rasa syukur atas apa yang kita miliki. Selamat membaca.
Buku "Jangan Lupa Bahagia" merupakan kumpulan cerpen yang menggambarkan berbagai momen kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi sumber kebahagiaan. Penulis, Tri Retno Puji Hastuti, melalui narasi yang hangat dan mendalam, mengajak pembaca untuk bersyukur atas apa yang dimiliki dan menghargai setiap momen yang terjadi. Cerpen pertama, "Jangan Lupa Bahagia," menceritakan tentang pengalaman pribadi penulis dalam menemukan kebahagiaan sederhana dalam kehidupan, seperti senyuman anak, kehangatan keluarga, dan kebahagiaan sederhana lainnya. Cerpen berikutnya, "Hadiah untuk Bapak," menggambarkan perayaan ulang tahun suami yang dirayakan dengan memasak hidangan istimewa. Cerpen "Membuka Pintu Baru setelah Pintu Bank Tertutup" menguraikan perjuangan finansial dan emosional seseorang yang mengalami kesulitan keuangan, namun tetap bersyukur dan tidak putus asa. Cerpen "30 Menit" memberikan perspektif tentang waktu yang dihabiskan untuk menunggu seseorang atau sesuatu, yang pada akhirnya menjadi momen berharga. Setiap cerpen dalam buku ini mengajak pembaca untuk merenung dan mengapresiasi hidup dengan lebih bijaksana.
Unduh untuk perangkat lain: