Rumahku dan Tara saling berhadapan. Kami berada dalam satu kompleks perumahan dosen. Setiap aku bertandang ke rumahnya, selalu kutemui Tara sedang duduk di sisi pot bunga lavender, sambil menciumi aromanya. Jelang senja itu, aku mengajaknya ke taman kompleks yang sempit, tetapi asri. Tara hanya duduk di kursi tepat di sisi utara pohon bambu jepang yang tumbuh menjulang, tempat favoritnya. Gadis kecil itu hanya diam termangu, sesekali matanya tertuju pada kolam yang dipenuhi ikan cupang. Raut wajah Tara menyiratkan ada kegundahan. Entahlah, saat itu aku belum mampu menebak isi hatinya. Tak ada keberanian walau sekadar menegur. Kubiarkan dia bermain-main dengan pikirannya. Apa yang terjadi dengan Tara? Ikuti kelanjutan kisahnya dengan memiliki buku kumpulan cerpen ini.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.