“Dalam kebiruan tak beriak itu, ruang rindu yang lama tersekat, kini tersingkap. Ruang rindu yang dulu pernah dititipkan seorang Pramana pada kami, keluarga kecilnya. Di Danau Kaolin inilah tempat terakhir kami bersenda gurau karena setelah itu takdir-Nya bicara.” *** Sepenggal kenangan bersama sang Ayah, Pramana, telah mengikuti alur kehidupan Nadya. Gadis itu sangat bersyukur meskipun perjalanan alur kehidupannya tak berjalan sebagaimana yang dia inginkan. Dia sering kali terjebak dalam kesedihan yang kian menumpuk karena ujian yang datang bertubi-tubi. Dia berusaha bernegosiasi dengan hati, pun dengan kerinduan yang membuncah terhadap sosok sang Ayah. Satu hal yang selama ini membuatnya tegar, keyakinan bahwa skenario-Nya lebih indah daripada yang dia bayangkan. Namun, mampukah Nadya terus bertahan?
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.