Tunduknya perempuan pada sistem patriarki dan kapitalisme membuat perempuan merasa bahwa dirinya harus tetap sempurna berdasarkan ciri fisik. Rasisme yang kerap kali kita pahami sebagai tindakan tidak setara antarkelompok kini berubah menciptakan varian baru yang dalam buku ini disebut sebagai Self-Racism. Buku ini hadir sebagai upaya untuk menanggapi situasi dan kondisi tubuh perempuan modern dengan segala impian dan tantangannya di tengah kehidupan bermasyarakat.
### --- Buku "Dilema Self-Racism pada Tubuh Perempuan" oleh Djilzaran Nurul Suhada meraih perhatian dalam membahas fenomena rasisme yang berdampak pada tubuh perempuan di era digital. Dilema ini tidak hanya bersifat sosiologis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kapitalisme memanfaatkan kepentingan estetika tubuh perempuan sebagai komoditas. Penulis menggali lembaga patriarki yang secara tidak langsung menekan perempuan untuk mengikuti paradigma kecantikan yang ditegakkan. Pada bagian pertama, penulis mengenalkan konsep tindakan self-racism dan bagaimana perempuan menjadi agen dalam menerapkan stereotip rasial pada diri sendiri. Bagian kedua mengekspos mitos kecantikan yang sekarang menjadi bias, menunjukkan bagaimana perempuan dihadapkan pada tuntutan estetika yang kontradiktif. Bagian ketiga menjelaskan bagaimana perempuan berjuang dalam ruang pertempuran antara keinginan diri sendiri dan paradigma kecantikan yang ditegakkan oleh media sosial. --- ### Alasan ini ringkas namun menyajikan inti dari buku yang mencakup tiga bagian utama tindakan self-racism, mitos kecantikan, dan ruang pertempuran perempuan. Ini memberikan gambaran umum tentang isu-isu yang dibahas dalam buku tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: