Buku ini berfokus mengungkapkan bagaimana nestapa perempuan Adat Dayak Benawan yang menghadapi ekspansi kelapa sawit di wilayah mereka. Mengapa berebut napas? Hutan adalah napas bagi orang Dayak. Perempuan Benawan yang dalam situasi terjepit oleh ekspansi kelapa sawit kehilangan ruang interaksi mereka dengan alam. Ruang-ruang hidup seperti ladang, kebun karet, dano dan paloh tempat mencari ikan, serta sungai sebagai sumber air mengalami keterancaman kerusakan. Ekspansi kelapa sawit di kebun-kebun orang benawan semakin gencar. Setiap hari, tiap jengkal tanah berubah menjadi bermunculan bibit-bibit kelapa sawit. Turun''''t ama, yang merupakan tempat yang dulunya sakral, kini mulau kayunya dirobohkan, tanahnya digusur untuk persiapan menanam pohon kelapa sawit. Kini, tana''''k turunt tinggal cerita, turun''''t ama tinggal kenangan.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.