"Mereka saling mengamati. Di setiap tatapan mata. Lekuk hidung. Garis bibir. Lebat alis. Setiap embusan napas. Mereka mengamati satu sama lain. Seperti sepasang kekasih yang terpisah oleh jarak dan waktu, lalu bertemu di sebuah pulau terpencil, jauh dari kebisingan kota. Tempat segala perasaan kini bertemu. Pada mulanya membeku, lalu mencair. Mereka berbicara seperti gerak selembar daun yang gemulai, jatuh di luar rimbunan kata-kata." * Luka tidak pernah meminta untuk dilahirkan dalam keyakinan tertentu. Aqila tidak pernah berencana untuk jatuh hati pada Luka yang berbeda keyakinan dengannya. Mereka memang tidak punya kuasa atas apa yang terjadi di luar permintaan dan rencana mereka. Tapi mereka bisa memilih; mendobrak batas itu atau mengalah, dan menerima apa pun konsekuensi yang menyertainya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.