Tiga cerita, dua gaya penulisan sudut pandang, satu benang merah: komunitas. Di Pulau Lombok jalinan cerita saling bersinggungan ini terjadi. Tentang anak muda, tentang cinta, dan tentang dunia yang serba bergerak.
### Di Pulau Lombok, ada tradisi khas yang menarik bubuk kopi disebut "tebek", dan hasil campuran bubuk kopi, air, dan gula disebut "kupi". Di rumah baca pesisir tempat pengarang mengasuh, kelima bocah berjalan bermain sebelum akhirnya terlambat satu jam. Mereka adalah Sahril, yang cemas dan terlalu sering terlambat; Ihsan dan Ipang, yang bermain bersama hingga terlambat; Alwi, yang terlalu asyik dengan imajinasinya; Mamat, yang selalu membawa buku sebagai teman; dan Alwi, yang juga terlalu asyik dengan imajinasi sendiri. Setiap anak memiliki pola berbeda Sahril yang cemas, Ihsan dan Ipang yang bermain bersama, Alwi yang terlalu asyik, Mamat yang terpaku pada buku. Dalam situasi ini, pengarang menghadapi tantangan mengajar "Power Rangers" sambil menunggu kelima bocah tersebut kembali. ini menunjukkan sekelompok bocah dengan kepribadian unik dan dinamika interaksi yang menarik antara mereka.
Unduh untuk perangkat lain: