“Penistaan! Pelecehan! Tidak bisa kita biarkan wabah ganas terjadi di ultah proklamasi ke-73. Aku akan laporkan pelecehan perempuan dan penghinaan pada rakyat jelata ini kepada Komnas HAM. Penistaan berbasis kesenjangan ekonomi ini harus disikat, diberantas, dimusnahkan, dimutilasi di negeri yang beradab ini! Awaaasss!!! (Ketawa) Takut ya! (Ketawa) Ha-ha-ha!” * Cerpen-cerpen Putu Wijaya dalam buku ini sebagian besar belum pernah dipublikasikan. Semuanya tergolong cerpen yang baru ia tulis di usia tua. Meskipun demikian, seperti biasa, dalam cerpennya, Putu tak pernah absen dan tak pernah lelah mengekspos persoalan-persoalan di negeri ini. Ia juga masih kerap menyentil keganjilan yang terjadi pada tahun 65. Agaknya, Putu memang berkarya untuk melawan.
### Buku ini berjudul "Trik" dan ditulis oleh Putu Wijaya, disunting oleh Yetti A.KA. Cerita berpusat pada warga Astya Pura yang berdebat tentang proyek pembangunan besar yang disebut "Mega Proyek Baron". Nyonya Baron mengundang Pak Amat untuk makan malam dan membahas isu ini lebih lanjut. Selama makan malam, Nyonya Baron menceritakan bahwa Baron, seorang kutu yang telah dikalahkan, mati setelah menikmati makanan. Sementara itu, dari tempat pertemuan warga, terdengar suara seorang provokator yang menentang proyek tersebut, menyebut bahwa pembangunan dapat merusak kehidupan warga. Pertemuan ini menunjukkan ketegangan antara warga yang mendukung proyek dan mereka yang menentangnya, dengan isu-isu yang lebih mendalam tentang tujuan dan implikasi proyek tersebut. Buku ini menggambarkan perspektif berbeda warga terhadap perubahan yang diusulkan dan dampak potensial dari proyek besar tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: