Alam pikiran Yunani, terutama di bidang filsafat, sampai saat ini masih menjadi pijakan terbesar bagi mereka yangmengakrabi pertanyaan-pertanyaan hakikati mengenai dunia dan diri-manusia. Marcus Tullius Cicero, seorang politikus sekaligus filsuf yang menjadi poros penting dalam alam pikiran Yunani itu, menulis Hakikat Tuhan, sebuah dialog filsafatyang memetakan perdebatan yang terjadi antara berbagai pemikiran yang tumbuh saat itu, terutamaEpikurean dan Stoik, mengenai agama dan Tuhan. Buku ini mempengaruhi banyak filsuf ternama pada abad ke-18 dan hingga kini masih menjadi sumber primer mengenai perdebatan kaum Epikurean dan Stoik, dan diamini pula oleh Voltaire bahwa buku ini, βBisa dikatakan merupakan buku terbaik yang hadir dari era (Yunani) kuno.β
Buku ini membahas filsafat mengenai Tuhan dan peran-Nya dalam kehidupan manusia. Cicero menekankan bahwa pandangan-pandangan yang beragam tentang Tuhan membawa konflik, yang mengindikasikan bahwa kebodohan mungkin menjadi penyebab utama pertanyaan-pertanyaan filosofis. Cicero juga menekankan pentingnya agama dalam kehidupan manusia, meskipun beberapa filsuf modern menganggap Tuhan tidak bertanggung jawab atas urusan manusia. Buku ini mencoba mempertahankan pandangan yang lebih moderat, yang menunjukkan bahwa Tuhan mungkin tidak mengatur dunia secara langsung, namun Tuhan tetap relevan dalam kehidupan manusia melalui kebaikan-Nya dan pengaruh-Nya.
Unduh untuk perangkat lain: