Nafsu berkata, “Carilah yang rupawan, hartawan, dan menawan.” Cinta menyela, “Jangan seperti itu, Carilah seseorang yang mencintai Allah SWT. Melebihi cintanya kepadamu.” Nafsu berucap, “Iya, Benar, Umur sudah kepala dua kok belum cari pasangan. Ada jalan pintas, yaitu dengan pacaran sehat. Pacaran yang memotivasi untuk saling memperbaiki diri.” Cinta tak setuju, “Jangan seperti itu. Tak ada kehalalan di atas pacaran. Saat ini jomblo saja dulu. Nikmati saja hidupmu dengan beribadah. Jika sudah oke, yang oke juga akan mendekat meskipun tanpa pacaran.” Ingat ya, hakikat cinta adalah ketundukan dan kepatuhan hanya kepada-Nya. Jika cinta yang hadir ternyata meresahkan hati, itu cumalah cinta yang semu. Itu hanya balutan nafsu. Nafsu itu mengarahkan kita pada kemaksiatan. Lantas, cinta seperti apa yang Allah SWT ridhai? Dapatkanlah jawabannya di buku ini.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.