Buku iniBuku ini—menghimpun dua puluh enam tulisan atau esai—menyandarkan cinta kebijaksanaannya pada sepotong hikmah yang dituturkan oleh seorang kritikus kuliner skeptis dan sadis selepas ia menyesap semangkuk sup bikinan seekor tikus-chef di sebuah restoran masyhur yang hampir tumpas di sebuah sudut Kota Paris: “Not everyone can become a great artist, but a great artist can come from anywhere.” Dengan itu, buku yang berasal dari ampuan dan ulasan seni rupa ini ingin bercerita tentang produksi, peristiwa, dan kehidupan artistik lokal; tentang perkembangan estetik dan pencapaian artistik seorang atau sekelompok perupa di sejumlah kota Jawa Timur sekitar tiga belas tahun terakhir. Cerita-cerita di buku ini patut diriwayatkan bukan lantaran di Jawa Timur tak banyak periwayat, tukang cerita, atau kritikus seni rupa, melainkan guna, utamanya, menghablurkan kearifan bahwa “perupa hebat dapat berasal dari mana pun”—termasuk dari Jawa Timur, tentu saja. Dengan demikian, “pinggir” sudah barang tentu bukan kenyataan yang benar—melainkan frasa yang tepat untuk membijaksanai posisi eksistensial seni rupa Jawa Timur di dunia seni rupa kontemporer Indonesia yang berambisi egaliter dan demokratis. Wahyudin
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.