Puisi-puisi Agus Noor bukanlah puisi yang membuat kening kita berkerut, tetapi membawa kita dalam kehangatan. Kata-kata itu seperti menyentuh perasaan kita dengan lembut dan kadang tak terduga, kemudian terasa lega. (Sha Ine Febriyanti) Seperti menikmati kopi hangat, merasakan ‘kesedihan yang tak membutuhkan pelukan’. Nikmatilah, dalam puisi-puisi ini, kalian bukan hanya bertamu, tapi berada di dalamnya, menikmati kopi sekali seduh. (Syaharani) Buku puisi yang ingin saya baca ulang, agar bisa berkali-kali membiarkan diri terhanyut. Saya tak akan heran, bila banyak perempuan akan menyimpan buku ini dalam tasnya, dan selalu dibaca saat merasa sendirian. (Happy Salma)
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.