Dihari idul fitri alif,alya dan teman-temannya saling bermaafan.Alif dan Alya belajar untuk berbagi kepada yang membutuhkan dan tidak menjadikan idul fitri sebagai ajang pamer .
Buku ini menceritakan kisah Idul Fitri yang dihadapi oleh beberapa anak di rumah yang sama. Cerita dimulai dengan Aminah yang menunjukkan kegembiraannya dengan pakaian baru dan smartphone terbaru yang baru dibelinya, yang membuat Neneng, seorang anak yatim, merasa iri dan tidak dihargai. Alya, salah satu sahabat Aminah, menasihati Aminah untuk tidak pamer dan mengingatkan bahwa Idul Fitri adalah hari untuk bermaaf-maafan. Namun, Neneng memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena merasa terluka oleh pernyataan Aminah. Seiring berjalannya hari, Alif dan Alya mengajak Aminah dan Soleh untuk sholat Idul Fitri. Di tengah perjalanan, Alif dan Alya bertemu dengan Neneng yang sedang pulang ke rumahnya. Mereka memberikan baju baru kepada Neneng, yang membuat Neneng merasa bahagia dan menghiburkan hatinya. Aminah, yang menyadari kesalahannya, meminta maaf kepada Neneng dan bersama-sama mereka saling memaafkan. Akhir cerita menekankan pentingnya bermaaf-maafan dan mempererat persahabatan di hari raya Idul Fitri.
Unduh untuk perangkat lain: