Dalam karya ini, kepiawaian Musyfiqurrahman benar-benar tampak dengan kuat. Santri Annuqayah ini bukan sekadar mampu menerjemahkan secara akurat karya Nizar Qabbani, tapi sekaligus juga bisa mengusung suasana batin sang penyair ke dalam alam Indonesia. Lebih dari itu, penerjemah dapat membuktikan bahwa bahasa sastra, sebagai representasi hati nurani manusia, benar-benar universal, lepas dari etnis, budaya, bahkan agama. Semua nurani manusia menyuarakan keserupaan; nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, dari keindahan, kasih, hingga keadilan. Prof. Dr. KH. Abd A’la Saya kenal Nizar Qabbani melalui sajak-sajak panjangnya. Sajak-sajaknya itu indah, penuh sindiran tajam dan kena sasaran. Tetapi sekarang Musyfiqurrahman memperkenalkan terjemahan sajak-sajaknya yang pendek. Hebat. Sekilas mirip paradoks-paradoks sufi. Yang diungkapkan sesungguhnya adalah percintaan. Judul sebuah sajaknya “Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau” mengingatkan pada sajak Ezra Pound tahun 1960-an, “Semua perempuan di dunia ini adalah kau”. Prof. Dr. Abdul Hadi W.M. Membaca puisi-puisi Nizar Qabbani, lewat terjemahan yang apik dari Musyfiqurrahman, saya seperti menyaksikan panorama yang indah sekaligus sendu, merasakan kemerduan bahasa sekaligus penuh ironi serta mendengarkan suara-suara yang mengandung harapan sekaligus jerit keterpurukan. Tampaknya buku ini berusaha menampilkan wajah sang penyair dengan lebih utuh lewat kumpulan puisi yang jelas benang merahnya satu sama lain. Dengan demikian kekuatan bentuk maupun isi, termasuk di dalamnya keunggulan metafora dan retorika dari puisi-puisi yang diterjemahkan ini, terasa sublim dan berkesinambungan. Acep Zamzam Noor
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.