Teh yang tertuang dari tekonya bergemercak, menyiksakan gelembung-gelembung pada permukaannya. Tampak anggun, dan memang itu kenyataannya. Bahkan, sang penuang teh sama anggunnya. Wanita itu tersenyum penuh arti, siap menjawab siapa pun yang bertanya padanya. Namun, sepertinya pertanyaanku tak pernah diucapkan siapa pun sebelumnya. Mata emas wanita itu membelalak, melebar ketika aku berkata. "Siapa aku?" tanyaku dengan tatapan kosong dan bibir datar. Banyak orang yang menyebutku mayat hidup, mungkin karena ini. Sang wanita akhirnya tersenyum, berusaha menutupi apa pun yang dia rasakan sebelumnya. "Kau berkelana dua puluh kilometer, Tuan Muda, hanya untuk menanyakan itu?" singgungnya sembari terkekeh kecil.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.