Hidup dalam sekian putaran waktu Tak terhitung dalam sekian ribu warga yang tiada Palestine hidup bak dalam jeruji musuh yang teramat menyiksa Takkan ada kebebasan dalam hidup yang sebenarnya Penjara dalam dunia tanpa ada akhirnya Selalu saja memburu dalam ketenangan Membuat batin tersiksa Meronta pun tak ada gunanya Kala manusia baik laki-laki ataupun perempuan Mereka dalam panik nan mencekam Karena bombardir yang selalu dilancarkan Membuat suasana teramat bingung dalam kepiluan Penjara dunia dalam era digitalisasi Sehingga semua makhluk dunia amat melihat segala kedzoliman Israel yang selalu brutal Entah sampai kapan akan demikian Doa kami Palestine hidup dalam kedamaian
### "Duka Palestina" Buku "Duka Palestina" karya Siti Khotijah, yang diterbitkan oleh Kaizen Sarana Edukasi, adalah kumpulan puisi yang menggambarkan bencana yang dialami oleh Palestina akibat aksi agresif Israel. Pengarang menyajikan kenyataan tragis dan perjuangan rakyat Palestina melalui kata-kata yang penuh emosi dan kekuatan. Buku ini mencerminkan kekecewaan dan kekejaman dalam konflik ini, serta mengajak pembaca untuk bersyukur dan berdoa. Buku ini terdiri dari beberapa puisi yang menyoroti berbagai aspek konflik, termasuk penghancuran properti, hilangnya nyawa, dan perjuangan rakyat Palestina untuk tetap bertahan. Dalam puisi "Israel", pengarang menggambarkan agresi Israel terhadap Palestina. "Palestine" menyoroti kehidupan yang sengsara di Palestina. "Teriakan Itu" menggambarkan suara-suara teriakan yang terdengar di tengah bencana. "Ribuan Nyawa" menggambarkan korban jiwa yang besar dalam konflik. "Terlalu Cepat", "Bombardir Palestine", dan "Kejam" menyoroti kekerasan dan penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina. "Israel Musuh Hingga Akhir Zaman" menggambarkan pandangan pengarang tentang hubungan Israel dan Palestina. "Lantunan Kebesaran Tuhan" mengajak pembaca untuk bersyukur. "Bendera Tetap Dikibarkan" menggambarkan keteguhan rakyat Palestina dalam berjuang. "Palestine Saudara Kita" menekankan persaudaraan antara rakyat Indonesia dan Palestina. Buku ini tidak hanya menjadi kumpulan puisi, tetapi juga suatu bentuk pengingat dan kritik terhadap keadaan Palestina. Dengan kata-kata yang kuat dan emosional, buku ini mengajak pembaca untuk terlibat dalam perjuangan rakyat Palestina dan menghargai kehidupan yang masih tersisa dalam keterpurukan tersebut.
Unduh untuk perangkat lain: