Pekarangan Tubuhku

Kumpulan Puisi
Pekarangan Tubuhku

13 MB
ebook
235 Dilihat
Penerbit
Bejana
ISBN
noisbn
eISBN
978-623-221-054-7
Wishlist
Bagikan

Sinopsis

Wayan Sunarta lahir di Denpasar, 22 Juni 1975. Mulai belajar menulis puisi sejak awal tahun 1990-an. Belakangan juga menulis cerpen, feature, resensi, esai/artikel seni budaya, ulasan/kritik seni rupa, dan novel. Puisi-puisinya tersebar di media massa lokal dan nasional seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, Bali Post, Suara Merdeka, Lampung Post, Pikiran Rakyat, Jurnal Nasional, Jurnal Kalam, Jurnal Sundih, Majalah Horison, Majalah Gong. Buku kumpulan puisinya adalah Pada Lingkar Putingmu (2005), Impian Usai (2007), Malam Cinta (2007), dan Pekarangan Tubuhku (2010). Sedangkan buku kumpulan cerpennya adalah Cakra Punarbhawa (2005) dan Purnama di AtasPura (2005). Meraih Krakatau Award 2002 dari Dewan Kesenian Lam¬pung dan Penghargaan Widya Pataka dari Gubernur Bali (2007) atas dedikasinya dalam dunia kesusastraan di Bali. Beberapa kali diundang membaca puisi pada acara-acara sastra penting, antara lain Panggung Puisi Indonesia Mutakhir 2003 di Teater Utan Kayu Jakarta, Cakrawala Sastra Indonesia 2004 di TIM Jakarta, Ubud Writer & Reader International Festival 2004 di Bali, Temu Sastra Mitra Praja Utama II 2006 di Sanur-Bali, Festival Kesenian Yogyakarta 2007, Lampung Art Festival 2007. Sebuah cerpennya meraih penghargaan Cerpen Pilihan Kompas dan Cerpen Terbaik Kompas versi Sastrawan Yogyakarta (2004).

Generated by AI ✨

Deskripsi Buku

PEKARANGAN TUBUHKU Dua Kumpulan Sajak Dalam "Pekarangan Tubuhku," Wayan Sunarta mengajak pembaca untuk merasakan perjalanan emosional melalui sajak-sajak yang dipergelarkan di antara dua halaman. Kumpulan sajak ini mencakup berbagai tema, mulai dari kecintaan yang mendalam hingga ketidaktahuan tentang identitas diri. Sajak-sajak ini mengeksplorasi dunia internal penulis, yang dalam ketidiktahuan mencari pengertian tentang cinta, identitas, dan realitas hidup. Dalam "Gelegak Tuak," penulis menggambarkan perjalanan kecintaannya yang terjerembab dalam godaan tuak, sementara "Liang Mata Si Mati" mengajak pembaca untuk mengintip ke dalam pandangan yang abstrak dan misterius. "Buai Bui" mencerminkan kehidupan yang sederhana namun kaya makna, sementara "Mempelai Bulan Mei" menunjukkan perjalanan cinta yang berliku. Umanyar, yang merupakan sajak tentang cinta yang terkutuk, mengajak pembaca untuk berpikir tentang konsekuensi emosional dari rindu yang tak terpenuhi. Di Emperen TIM Jakarta, sajak ini menggambarkan kehidupan di kota yang penuh kontras, antara kehidupan yang sederhana dan deretan kehidupan yang lebih rumit. Kumpulan sajak ini menawarkan pemahaman mendalam tentang perjalanan emosional yang penuh pertanyaan, di mana cinta, kehilangan, dan pencarian identitas menjadi inti dari setiap sajak. Di akhir, penulis mengajak pembaca untuk merenungkan tentang cinta yang mendalam dan ketidaktahuan yang mengiringinya, di mana setiap sajak menjadi jendela ke dunia internal yang penuh perasaan. --- singkat ini dirancang untuk cover belakang buku, memberikan gambaran umum tentang isi dan tema-tema utama dari kumpulan sajak "Pekarangan Tubuhku" oleh Wayan Sunarta.

Tags:
Keyword:

Untuk membaca, silahkan unduh aplikasi di bawah ini:

Unduh untuk perangkat lain:

playstore windows appstore macos

Ulasan Pembaca

0.0 /5
5
(0)
4
(0)
3
(0)
2
(0)
1
(0)

Ulasan (0)

Urutkan
no-review

Belum Ada Ulasan

Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Orang Lain Juga Membaca Buku Ini

Buku Lainnya dari Penerbit Bejana

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Kategori Umum

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Sub Kategori Kumpulan Puisi

Selengkapnya

Buku Terbaru

Buku Terpopuler

Selengkapnya
Pekarangan Tubuhku

Pekarangan Tubuhku
Flash Sale

Wayan Sunarta

Preview
Hubungi Kami
cara-membaca-buku