Lirisisme dalam karya-karya Soni umumnya cenderung menggapai makna pendedahan ke dalam batin ke-aku-an, tetapi tetap dalam modus ke-kita-an, yakni kebersamaan antara antara aku dan kau, I and Thou (pinjam Martin Buber). Hal itu, apa pun makna kau dalam konteks keseluruhan sajak-sajaknya, hampir semuanya bermuara pada pentingnya kehadiran kau atau Thou sebagai penyempurna eksistensi Aku persona lirik dalam sajak, yang boleh jadi, secara ekspresif, aku penyairnya. ~ Prof. Dr. Suminto A. Sayuti
Buku ini berjudul "Pemetik Bintang Sajak-Sajak 1976-1986" dan diterbitkan oleh PT Kiblat Buku Utama. Dalam cover belakang buku, bisa disajikan sinopsis singkat sebagai berikut --- Buku "Pemetik Bintang Sajak-Sajak 1976-1986" mengandung rangkaian puisi yang mengeksplorasi berbagai emosi dan pengalaman sehari-hari, ditulis oleh Soni Farid Maulana. Mulai dari "Kamar" yang menggambarkan suasana kamar dengan sentuhan nostalgia, hingga "Ziarah" yang mengenang pergi pergi Oneng Rohana. Puisi-puisi dalam buku ini juga mencakup "Tembang", "Riwayat", "Dalam Hujan", "Ciwulan", dan "Meditasi", yang menjelaskan berbagai pengalaman pribadi dan pemikiran filosofis. Kumpulan puisi ini merupakan hasil karya Soni Farid Maulana saat ia tinggal di Tasikmalaya dan Bandung, di mana ia kuliah di Jurusan Teater di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung pada tahun 1982-1986. Perubahan dan revisi tertentu telah dilakukan pada beberapa puisi dalam antologi ini, namun tetap mencerminkan perjalanan kreatif dan emosional Soni Farid Maulana selama periode tersebut. --- Penjelasan ini disusun berdasarkan konten yang diberikan, mencakup judul buku, deskripsi isi, dan informasi penting seputar penulis dan proses penulisan, tanpa melampaui batas informasi yang ada.
Unduh untuk perangkat lain: