Dari peran Sukarno di era Orde Lama bergeser kepada peran Jenderal Soeharto dan elit militer TNI pada waktu itu, dengan secara sistematis, strategik, dan seni mengkonsolidasikan kekuatan Soeharto dengan kliknya mampu mengendalikan situasi baik menghadapi rivalitas eksternal dengan kalangan sipil khususnya partai-partai politik maupun menghadapi rivalitas di dalam tubuh internal elit TNI pada masa itu. Kemampuan elit TNI, khususnya Angkatan Darat membangun struktur kekuasaan politik dalam bentuk hirarki dyadic, physical force, melakukan eliminasi rivalitas, dalam bentuk rivalitas dan hirarki kompleks. Kondisi dan pendekatan taktik maupun strategik yang dikembangkan, yang pada akhirnya dapat memberikan satu analisis kenapa elit TNI di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto mampu mengambil dan menentukan dominasi kekuasaan di dalam pemerintahan Orde Baru hingga mencapai 32 tahun.
### SINOPSIS BUKU Buku "Biopolitik Rivalitas Elit Militer Awal Orde Baru" merupakan kajian mendalam mengenai peran militer dalam politik Indonesia pada masa awal Orde Baru. Penggambaran ini tidak hanya berfokus pada aspek politik dan kekuasaan, tetapi juga memperkenalkan konsep biopolitik dan otoritarianisme dalam konteks spesifik Indonesia. Dalam Bab I, penulis mendefinisikan biopolitik sebagai sebuah perhitungan dan taktik yang mengintervensi populasi melalui pengelolaan kehidupan. Konsep otoritarianisme diperkenalkan sebagai bentuk pemerintahan yang otomatis dipilih ketika demokrasi tidak berjalan dengan lancar, menekankan bahwa otoritarianisme adalah default option dalam banyak situasi politik. Pada Bab II, penulis menggali lebih dalam tentang faksi-faksi dalam tubuh TNI, mulai dari Soeharto Sentris hingga Aliansi Katolik-Militer. Analisis ini menunjukkan kompleksitas dan rivalitas yang ada di dalam struktur militer pada masa Orde Baru. Bab III meneliti dominasi klik Soeharto dalam TNI, menunjukkan bagaimana kekuatan militer TNI-AD, khususnya di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto, berhasil mengubah peta kekuasaan dan keseimbangan politik di Indonesia. Penulis menganalisis bagaimana peran Sukarno di era Orde Lama berubah menjadi peran Jenderal Soeharto dan elit militer TNI, dengan sistematis, strategik, dan seni mengkonsolidasikan kekuatan Soeharto dan kliknya untuk mengendalikan situasi. Analisis dalam Bab IV memfokus pada konflik dan konsensus politik dalam organisasi militer, termasuk rivalitas dan hirarki dyadic, physical force, eliminasi rival, dan akses sumber bagi rival. Bab V membahas rivalitas dan hirarki kompleks, mencakup alpha male, fight or flight, akses sumber bagi rival, militer dan floating mass, dan inclusive fitness bagi kontender. Buku ini berupaya memperkaya pemahaman tentang peran militer dalam politik dan kekuasaan di Indonesia, memberikan kontribusi berarti bagi perkembangan ilmu politik secara akademik.
Unduh untuk perangkat lain: