Saatnya kita bedoa agar negeri kitamenjadi negeri yang aman atau
### Buku "Indonesia Berdoa; Mendedikasikan Keislaman untuk Keindonesiaan" merupakan upaya menyelarasakan antara keberagaman budaya dan keberpihakan agama dalam membentuk identitas nasional Indonesia. Lebih dari sekadar memaparkan tradisi doa yang berlaku di tanah air, buku ini menggali makna mendalam dari doa Nabi Ibrahim, yang menegaskan sifat aman bagi Baitullah dan rezeki. Berdasarkan tafsir ayat Al-Quran, ulama seperti Ahmad Mushthafa al-Maraghi, Sayyid Quthb, Quraish Shihab, dan Wahbah al-Zuhaili, menjelaskan bahwa doa Nabi Ibrahim bukan hanya bertujuan memberikan rezeki dan keamanan kepada Baitullah, tapi juga menjadi harapan bagi setiap warga Indonesia, terutama yang beriman, untuk meraih kesejahteraan dan keamanan. Buku ini mengajak setiap komponen bangsa untuk menengadahkan tangan dan berdoa, sembari memahami bahwa doa tidak hanya mengubah nasib seseorang, tapi juga berpotensi mengubah nasib bangsa dan negara. Dalam konteks era pandemi dan bencana alam, buku ini menegaskan bahwa meskipun doa adalah solusi, masih diperlukan upaya nyata untuk mewujudkan keamanan dan kesejahteraan di tanah air. Buku ini memberikan pemahaman bahwa doa Nabi Ibrahim bukan sekadar permohonan, melainkan juga janji Allah Swt untuk memberikan balasan. Dengan demikian, di samping berdoa, setiap individu dan komunitas perlu berusaha dan berperan aktif dalam membangun negeri.
Unduh untuk perangkat lain: