"Buku ini adalah ikhtiar permulaan untuk mengurai kembali perdebatan ataupun wacana pesantren dan kebudayaan yang pernah tumbuh pada dekade lalu dengan menentukan kebutuhan dan relevansi kebudayaan hari ini. Buku ini bukanlah juklak atau pedoman dalam menjalankan misi kebudayaan dalam dunia pesantren. Andaian sederhananya demikian: pesantren adalah sebuah tradisi panjang dalam sejarah umat Islam di Nusantara yang tidak memiliki keharusan mengikuti jalan dan persecabangan jalan yang dilalui orang lain. Pesantren menegaskan masalah pentingnya arti harga diri dan kedaulatan (sesuatu yang sudah luntur di dunia pesantren hari ini) untuk menapaki tanjakan kebudayaan itu sendiri."
### Buku Buku "Pesantren dan Kebudayaan" adalah hasil usaha para santri dalam menginventarisasi jejak dan teladan para pendahulu, serta merespon isu-isu kebudayaan yang relevan dalam konteks pesantren di Indonesia. Dalam buku ini, berbagai penulis menawarkan pandangan yang mendalam tentang peran pesantren dalam perdebatan kebudayaan, memaparkan asal-usul pesantren, dan mengkaji hubungan pesantren dengan keraton serta peran pesantren dalam konteks politik pernasakan kolonial. Penulis menekankan bahwa pesantren merupakan tradisi panjang dalam sejarah umat Islam di Nusantara, yang tidak memerlukan pengikatan pada satu jalan tertentu. Pesantren menawarkan eksperimentasi kultural yang penting, yakni menemukan dan menaklukkan Islam dalam konteks lokal, sehingga Islam tidak lagi kehilangan elan resistensinya. Buku ini juga mencerminkan dinamika positif dalam kajian tentang Jawa dan Indonesia, yang membuka dialog antara Islam Nusantara dengan berbagai tradisi. Melalui berbagai studi yang dilakukan oleh para penulis, pembaca dapat memahami bagaimana pesantren berperan dalam bentuk kehidupan sosial, budaya, dan politik di Nusantara. Pada akhirnya, buku ini menyajikan pemikiran-pemikiran penting tentang kebudayaan dan pesantren, serta mendorong pembaca untuk memikirkan relevansi kebudayaan dalam konteks modern.
Unduh untuk perangkat lain: