Kekaisaran Romawi Timur, yang juga dikenal sebagai Kekaisaran Bizantium, adalah salah satu penerus Kekaisaran Romawi yang bertahan setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat. Ini adalah salah satu kekaisaran paling kuat dan berkelanjutan dalam sejarah dunia dan bertahan selama lebih dari seribu tahun, dengan ibu kotanya berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turki). Selama berabad-abad, Kekaisaran Bizantium terlibat dalam serangkaian konflik dengan negara-negara tetangga dan kekaisaran lain, termasuk Kekhalifahan Islam, Kekaisaran Persia Sasani, dan Kekaisaran Utsmaniyah. Kekaisaran Bizantium berakhir pada tahun 1453 ketika Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah dalam Pengepungan Konstantinopel. Jatuhnya Konstantinopel menandai akhir dari Kekaisaran Bizantium.
### Kekaisaran Romawi Timur Buku ini menggali cerita luhur Kekaisaran Romawi Timur, yang berdiri pada tahun 330 M dan bertahan hingga 1453 M. Mulai dari pembentukan ibu kota baru Konstantinopel oleh Kaisar Konstantin, Kekaisaran ini terus mengekspresikan kekayaan budaya, kekuatan ekonomi, dan dominasi militer di Mediterania. Berbeda dengan Kekaisaran Romawi Barat yang runtuh pada abad ke-5, Bizantium bertahan dan terlibat dalam berbagai konflik, termasuk Perang Bizantium-Sasania dan Perang Salib. Kekaisaran ini juga menjadi tempat lahirnya Renaisans, meskipun akhirnya tumbang ketika Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah pada 1453. Buku ini menyajikan secara mendalam tentang pemerintahan, ilmu pengetahuan, kesehatan, budaya, ekonomi, dan warisan Kekaisaran Romawi Timur, memberikan gambaran yang komprehensif tentang kehidupan dan kejayaan Kekaisaran ini. --- singkat ini dirancang untuk memberikan gambaran umum tentang isi buku, sesuai dengan konteks yang diberikan.
Unduh untuk perangkat lain: