Aku seorang dokter, namun saat anak sendiri yang menjerit kesakitan. Seluruh isi otak terasa tidak ada yang berfungsi. Semua berhamburan. Tidak ada tindakan yang diambil selain memeluknya. Bingung harus melakukan apa. (Hamni Azmi) Barangkali di luar sana ada yang beranggapan bahwa dokter dan keluarga dokter tidak boleh sakit atau dokter harus bisa menyembuhkan keluarganya yang sakit. (Syirotul Aini) Rasa bersalah sebagai orang tua sekaligus dokter, tak dapat dielakkan, bertanya-tanya apa gerangan keteledoran yang telah diperbuat sehingga anakku mengalami penyakit ini. (Arsdiani) Bagaimana rasa yang muncul dalam benak seorang dokter saat melihat keadaan orang terdekatnya sakit, bahkan sampai akhirnya menutup usia. Semakin membuka wacana, bahwa dokter sangat jarang mampu bersikap profesional dalam menangani keluarganya sendiri. dibandingkan menangani pasiennya. Karena ikatan emosional yang hadir di antara mereka. Pada akhirnya setiap insan yang berprofesi sebagai dokter, hanya mampu berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungannya. Selebihnya ada campur tangan Allah yang menentukan segalanya. Dokter Juga Manusia!
Buku "Dokter Juga Manusia - 2" adalah lanjutan dari edisi sebelumnya yang mengisahkan rasa panik, bingung, dan keparnoan seorang dokter ketika mendapati orang terdekat atau hewan peliharaannya mengalami sakit. Buku ini tidak hanya mengeksplorasi perasaan emosional dalam dada para penulis, tetapi juga memberikan informasi ilmiah tentang jenis penyakit, gejala, dan penanganan yang tepat dengan cara mudah dipahami. Melalui berbagai kisah nyata, pembaca akan merasakan kecemasan dan ketakutan yang dialami oleh dokter-dokter ini, serta mendapatkan wawasan tentang penanganan medis yang benar. Buku ini ditulis dengan penuh perasaan dan sarat akan ilmu pengetahuan, mengharapkan manfaat bagi semua pembaca.
Unduh untuk perangkat lain: