Seorang pemuda yang gagah dan sakti, bernama Ajisaka dengan berani menantang raja raksasa yang gemar makan rakyatnya.Sehingga rakyat nya takut dengan rajanya. Dengan keberanianya Aji Saka menghadap sang raja untuk menyerahkan diri. Setelah diterima sang raja Aji Saka menyerahkan diri untuk di santap namun sebelum disantap Aji Saka minta satu permintaan yaitu sebidang tanah seluas serban Aji Saka. Aji Saka langsung melepaskan sorban dikepalanya untuk ditarik Sang Raja, Ajaibnya sorbanya memanjang akhirnya sampai tebing dekat laut Selatan tanpa di duga Sang Raja Aji Saka mengibaskan sorban saktinya sehingga raja terlempar dari atas tebing. Akhirnya sang raja yang jahat tewas.
### Buku ini menceritakan petualangan Aji Saka dan Dora yang berangkat dari Kerajaan CT Saka dengan tujuan membantu rakyat Kerajaan Medang Kamulan yang terkenal damai tiba-tiba mengalami kebengisan di bawah pemerintahan Prabu Dewata Cengkar. Prabu Cengkar, seorang raja yang gemar memakan daging manusia, mulai memerintahkan patihnya untuk menyiapkan seorang manusia setiap hari. Cerita ini memulai petualangan Aji Saka dan Dora, yang bertemu dengan Kela dan Keli di jalan, dan mendengarkan kisah dari seorang lelaki tua tentang asal-usul kebengisan Prabu Cengkar. Mereka akhirnya sampai di Kerajaan Medang Kamulan, tempat mereka melihat keadaan yang sunyi dan hampir kota mati. Dengan berani, Aji Saka memutuskan untuk masuk ke Istana Medang Kamulan untuk menyerahkan diri kepada Prabu Cengkar. Di sana, Aji Saka menyaksikan penderitaan rakyat yang disakiti oleh Prabu Cengkar, dan dengan gagah berani, Aji Saka menyerahkan diri untuk menjadi santapan Prabu Cengkar.
Unduh untuk perangkat lain: