Tiba-tiba, Loreng terbangun. Ia ingin keluar, Loreng gelisah. Bolak-balik mencari celah untuk keluar rumah. Mata Loreng melihat jendela. Ia segera dan berjalan menuju ke rumah Calvin. Dilihat Calvin tertidur pulas. Setelah itu, ia membalikkan badan, keluar rumah Calvin. Loreng melangkah terus menuju warung. Di sana, ia melihat percikan api dari colokan listrik. Percikan api itu sudah mengeluarkan asap hitam, dan mungkin sebentar lagi akan membakar barang-barang yang ada di warung. Dengan cepat, Loreng kembali menuju kamar Calvin. Ia ingin membangunkan Calvin, ditarik-tarik tangan dan kaki Calvin. Ia tak bangun juga. Loreng tak putus asa, ia menuju wajah Calvin. Segera ia menjilat-jilat wajahnya. Calvin menggeliat geli.
### Buku ini berisi kumpulan cerita pendek anak yang menarik dan mengena. Cerita pertama, "Si Loreng," mengisahkan tentang kucing berwarna loreng hitam yang diterima Didi dari Tante Putri. Didi menyimpan kucing itu di kamar dan memberi makan serta merawatnya dengan cinta. Namun, suatu hari Si Loreng mencuri celah masuk ke warung dan melihat percikan api yang mulai membesar. Si Loreng kembali ke kamar Didi dan mencoba membangunkannya, namun Didi terlelap dan Si Loreng pun berlari ke warung untuk memberi tanda. Didi segera bangun dan melihat api yang sudah membesar, ia segera memberi tahu orang tuanya. Buku ini juga mencakup cerita "Beda Tapi Satu," yang mengajarkan nilai-nilai toleransi dan persamaan. Cerita lainnya seperti "Pahlawan Tanpa Batas" mengisahkan tentang keberanian dan kemanusiaan. Setiap cerita diselingi dengan nilai-nilai positif yang membentuk kepribadian anak-anak menuju arah yang baik. Kumpulan cerita ini ditulis oleh Erlina Manalu dan dirilis oleh RUMAH MEDIA pada Mei 2017. Buku ini bertujuan untuk membangkitkan minat membaca anak-anak dan mengajak mereka untuk mencintai literasi. Dengan berbagai cerita yang menarik, buku ini diharapkan dapat menjadi teman membaca yang menyenangkan bagi para pembaca.
Unduh untuk perangkat lain: