Wangsa Syailendra pada saat berkuasa, juga mengadakan hubungan yang erat dengan kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812), puteranya, Samaratungga, dinikahkan dengan Dewi Tara, puteri raja Sriwijaya. Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi tersebut dibangun untuk menghormati Tara sebagai Bodhisattva wanita. Pada tahun 790, Syailendra menyerang Chenla (Kamboja). Berhasilkah syailendra menguasai Kamboja?
### "Wangsa Syailendra" Buku ini membahas asal-usul dan sejarah Wangsa Syailendra, salah satu kerajaan yang berpengaruh di Nusantara. Mulai dari ditemukannya nama Sailendra dalam prasasti-prasasti abad VIII Masehi hingga runtuhnya kerajaan ini, buku ini menyajikan urutan raja-raja yang memerintah dan mencoba menggali kisah sebenarnya dari keluarga kerajaan. Berdasarkan prasasti-prasasti seperti Prasasti Kalasan, Prasasti Kelurak, dan lain-lain, disimpulkan bahwa nama Sailendra pertama kali muncul pada abad VIII Masehi di Indonesia. Teori yang dijelaskan mencakup asal-usul keluarga ini, baik dari Funan (Kamboja) maupun dari Nusantara sendiri. Pendapat bahwa keluarga Sailendra berasal dari Nusantara disokong oleh penelusuran kaisar Sanna dan raja-raja yang memerintah setelahnya, sesuai dengan urutan raja yang disebutkan dalam Carita Parahiyangan. Selain itu, buku ini juga membahas peran Wangsa Syailendra dalam dinamika politik dan religius di Jawa, termasuk persaingan dengan Wangsa Sanjaya, yang juga beragama Hindu Syiwa. Melalui analisis teks sejarah dan prasasti, buku ini memberikan gambaran mendalam tentang sejarah Wangsa Syailendra dan kontribusinya dalam sejarah Indonesia. Semoga buku ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang masa lalu Nusantara dan menjadi inspirasi untuk kejayaan bangsa Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: