Keistimewaan kesenian ini adalah perwatakan tokoh dalam penampilan Randai tidak diungkapkan melalui tata rias, tetapi disampaikan lewat dendang (gurindam). Selain itu, para pemainnya akan melakukan gerakan galombang, dan melakukan tepuk galombang, tepuk tangan, tepuk siku, petikan jari, dan hentakan kaki serta teriakan-teriakan hep... ta... ti... hai.
### Buku ini mengajak pembaca untuk lebih mengenal salah satu kesenian yang terancam kelestariannya, yaitu Kesenian Randai. Randai merupakan pertunjukan teater khas Minangkabau yang menggabungkan seni peran, seni tari, seni musik, dan seni bela diri. Kesenian ini dimainkan oleh sekelompok orang yang membawakan cerita rakyat atau kehidupan sehari-hari. Penampilan Randai mencerminkan kearifan lokal Minangkabau melalui tata rias, gerakan, dan suara yang khas. Buku ini juga membahas sejarah perkembangan Randai, mulai dari masa awal hingga masa kini. Penulis menyebutkan bahwa tari randai mengalami kemunduran selama pemerintahan Jepang, namun mulai bangkit kembali setelah Indonesia merdeka. Menurut Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, salah seorang ahli dan pelestari randai, terdapat sekitar 300 jenis kesenian randai di Sumatra Barat. Bagian dari buku ini juga menjelaskan tentang pertunjukan randai, yang membutuhkan waktu satu sampai tiga jam, bahkan ada yang sampai lima jam. Pertunjukan ini melibatkan 14 sampai 25 pemain yang berdiri membentuk gerakan melingkar di area berukuran 5-8 meter. Pemain mengenakan pakaian dan riasan yang menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita, dan melakukan gerakan silat yang indah. Selain Randai, buku ini juga membahas tentang Rumah Gadang, sebutan populer untuk rumah adat Minangkabau, dan Jam Gadang, penanda kota Bukittinggi. Buku ini memberikan wawasan tentang kekayaan budaya Sumatra Barat, termasuk seni tari piring, tari galombang, tari Minangkabau, dan seni tari lainnya yang menarik. Buku ini ditulis dengan tujuan untuk mengenalkan dan memelihara kesenian tradisional yang berharga, sekaligus mengajak penerus bangsa untuk menjaga dan mengembangkannya. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal kesenian Indonesia, khususnya Kesenian Randai.
Unduh untuk perangkat lain: