Pada dasarnya, manuskrip buku berjudul “Epistemologi Tafsir Klasik: Kajian Kritis terhadap Pemikiran Sunah Muhammad bin Idris al-Shafi?i )150-204 AH(” ini berasal dari manuskrip penelitian penulis di jenjang Stata 2 (S-2) di jurusan ilmu-ilmu al-Qur’an dan Tafsir pada program Pascasarjana di Universitas Sains al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo, di bawah pembimbingan Prof. KH. Yudian Wahyudi, Ph.D., dan Dr. KH. Abdul Ghofur Maemon, M.A., dimana studi lanjut penulis ini berkat pembiayaan dari Direktorat Pondok Pesantren (Dipontren), Kemenag RI, melalui Program Pembibitan Kader Ulama? (PPKU) dari Januari 2010 hingga Nopember 2011. Ide atau gagasan awal manuskrip buku ini berawal dari pemikiran penulis untuk mengkaji pemikiran Muhammad bin Idris al-Shafi?i, salah seorang tokoh penting dalam tradisi keilmuan Islam. Fokus penulis adalah pemikiran Sunah Muhammad bin Idris al-Shafi?i yang menurut penulis sangat sentral dalam pemikiran Islam klasik. Atas dasar ini, maka penulis mengkaji pemikiran-pemikiran, khususnya konsep Sunah Muhammad bin Idris al-Shafi?i yang terdapat dalam kitab Al-Risalah. Kitab Al-Risalah menjadi fokus utama penelitian buku ini, karena kitab tersebut merangkum pemikiran-pemikiran inti Muhammad bin Idris al-Shafi?i, dimana mereka menjadi basis epistemologi penafsirannya, khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan mengenai hukum-hukum al-Qur’an. Dalam penelitian ini, penulis bermaksud untuk, antara lain: (a) untuk mengetahui metode-metode penafsiran Muhammad ibn Idris al-Shafi?i dalam persoalan penafsiran al-Qur’an yang terangkum di dalam sejumlah tulisan-tulisannya; dan (b) untuk menganalisis konsep sunah Muhammad ibn Idris al-Shafi?i, yang dijadikan sebagai basis epistemologis penafsiran, setara status al-Qur’an, dalam berinteraksi dengan al-Qur’an, terutama dalam aspek hukum dengan merujuk dan bersandar kepada sumber-sumber primer secara langsung berupa karya-karya tulisnya, suatu usaha yang jarang dan sedikit dilakukan oleh khususnya kalangan pesantren, seperti: Kitab al-Risalah, Kitab al-Umm, Kitab al-Ikhtilaf al-Hadis, Kitab Jima’ al-‘Ilm, Kitab Ibthal al-Istihsan, dan lain-lain, dalam rangka mengetahui pesan laten dan terselubung di balik pemapanan dan pembelaan al-Shafi?i terhadap konsep sunah ini
Buku Buku ini membahas secara kritis epistemologi tafsir klasik, khususnya dalam memahami konsep pemikiran Sunah Muhammad bin Idris al-Shafi’i (150–204 H). Penulis, Muhammad Husni Arafat, Lc., M.S.I., menjelaskan secara mendalam tentang bagaimana al-Shafi’i membangun pemahaman terhadap Sunah sebagai sumber kebenaran dalam tafsir al-Qur’an. Buku ini juga mengupas sifat dan fungsi hak cipta sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2002, termasuk sanksi pelanggaran hak cipta yang berlaku. Penulis menekankan pentingnya perlindungan terhadap karya intelektual dan memaparkan pelanggaran yang dapat terjadi, baik berupa penyebaran, pengedaran, atau penjualan ciptaan tanpa izin. Selain itu, buku ini juga menggambarkan peran penting para guru, alumni, dan teman-teman dalam membangun dunia pendidikan dan keilmuan, serta penghargaan penulis terhadap keluarga, mertua, dan semua pihak yang telah mendukung proses penulisan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Buku ini merupakan referensi penting bagi para akademisi, peneliti, dan pengambil kebijakan dalam bidang tafsir, epistemologi, dan perlindungan hak intelektual.
Unduh untuk perangkat lain: