Buku ini sangat penting untuk menegaskan kesempurnaan Al-Quran karena ditampilkan lengkap dengan dalil-dalil dan argumen bahwa penghapusan teks Al-Quran (proses Naskh tilawah) tidak mungkin terjadi. Penulis sekaligus membantah anggpan “kelompok tertentu” bahwa proses naskh adalah bukti campur tangan Nabi dalam membuat Al-Quran
Buku Buku ini membahas secara mendalam tentang konsep *naskh tilawah* dalam al-Qur’an, yaitu perubahan atau penggantian ayat-ayat al-Qur’an dalam bentuk tilawah (membaca) yang tidak tercatat dalam mushaf. Penulis menjelaskan bahwa meskipun ada beberapa teks yang diyakini sebagai bagian dari al-Qur’an, namun teks-teks tersebut tidak ditemukan dalam mushaf al-Qur’an yang ada saat ini. Buku ini mencoba membahas fenomena ini dengan menggali dalil-dalil yang berupa hadis-hadis yang menjadi landasan pemahaman tentang eksistensi *naskh tilawah*. Buku ini juga mengkritik argumen-argumen para ulama yang mendukung adanya *naskh tilawah* dan menyoroti keterbatasan literatur yang ada dalam membahas topik ini secara mendalam. Penulis menegaskan bahwa kajian ini bertujuan untuk membuktikan kesempurnaan al-Qur’an dan bahwa teks al-Qur’an yang ada saat ini terjaga dari perubahan dan penyelewengan. Dengan demikian, buku ini memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam bidang studi al-Qur’an dan hadis, khususnya dalam konteks perkembangan ilmu-ilmu keislaman di masa depan.
Unduh untuk perangkat lain: