Program Rumoh Gizi Gampong merupakan gagasan dan ikhtiar dari tindak lanjut serta implementasi setelah dikeluarkannya Peraturan Gubernur Aceh Nomor 14 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting terintegrasi di Aceh sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam penurunan prevalensi stunting di tingkat gampong. Sering ditemukan bahwa setiap program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk apapun yang dilakukan pemerintah selalu saja tidak maksimal akibat minimnya partisipasi warga masyarakat. Oleh karena itu upaya untuk mendorong adanya partisipasi yang baik dari warga maka dibutuhkan edukasi yang kemudian diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga sehingga secara bersuka rela memberikan kontribusinya dalam sektor pembangunan tersebut. Buku seri RGG Edisi Kedua ini merupakan bagian dari upaya kelompok akademisi Politekkes Aceh dan Universitas Syiah Kuala untuk berperan dalam memberikan edukasi bagi Puskesmas, para Keuchik/Reje/Datok/Penghulu, Pengelola Posyandu, KPM, Pendamping Desa dan Kader Kesehatan di gampong dapat memahami program pencegahan stunting secara utuh dan komprehensif dan juga sekaligus mampu mengimplementasikan program Rumoh Gizi Gampong di gampongnya masing-masing melalui posyandu dan kader masingmasing gampong.
Buku ini merupakan bagian dari upaya kelompok akademisi Politekkes Aceh dan Universitas Syiah Kuala untuk berperan dalam memberikan edukasi kepada Puskesmas, para Keuchik/Reje/Datok/Penghulu, Pengelola Posyandu, KPM, Pendamping Desa, dan Kader Kesehatan di gampong. Tujuannya adalah agar mereka dapat memahami program pencegahan stunting secara utuh dan komprehensif, serta mampu mengimplementasikan program Rumoh Gizi Gampong di gampong masing-masing melalui posyandu dan kader masing-masing gampong. Buku ini mencakup penjelasan tentang stunting, proses terjadinya stunting, penyebab utama, mengapa stunting harus dikhawatirkan dan dicegah, serta upaya-upaya pencegahannya. Selain itu, buku ini juga membahas tentang identifikasi stunting pada warga masyarakat, termasuk deteksi dan penemuan dini, serta pengukuran perkembangan. Bagian terakhir membahas tentang peran gizi dalam tumbuh kembang, serta indikator tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepalanya menurut usia. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan aksi bagi pelaksana Rumoh Gizi Gampong di Aceh untuk mencegah stunting mulai dari 1.000 hari pertama kelahiran (HPK) dan mencegah Aceh dari resiko lost generation di masa mendatang.
Unduh untuk perangkat lain: