MARHABAN Ya Ramadhan! Pagi yang bening. Sinar mentari telah semburat di balik pohon nangka. Di sebuah kampung bernama Sapen, kampung mahasiswa di kompleks Kampus Putih, satu-dua orang mulai mengisi jalanan sepi. Agak sepi karena puasa Ramadhan baru sekali dilalui. Di kamarnya, pemuda itu menggeliat dari balik selimut bututnya, hanya sarung tua warisan almarhum ayahnya. Sekali lagi ia kucek matanya, memastikan bahwa memang mentari telah naik nuju cakrawala.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.