Kegiatan mendidik dan menyiapkan generasi muda bukan tugas dan peran gampang. Proses ini membutuhkan kesadaran, kesiapan, kesabaran, keuletan, dan ketangguhan. Proses ini pula tidak dapat dikerjakan oleh orang per orang atau satu instansi saja, misalkan sekolah. Akan tetapi, membutuhkan kerja sama secara komprehensif dan menyeluruh. Keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan media perlu bahu-membahu bekerja sama secara kompak untuk mewujudkan cita-cita bersama. Namun, dalam tataran empiris penjelasan semacam di atas masih sebatas wacana yang utopis. Kenyataannya, proses mendidik dan menyiapkan generasi muda dihadapkan pada tantangan yang luar biasa besar. Keluarga sebagai institusi pendidikan pertama kerap dilanda badai karena permasalahan rumah tangga. Sekolah sebagai institusi formal penyelenggaraan pendidikan sering kali tidak profesional dalam menjalankan tugas. Pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan bernegara abai mengontrol dan memerankan fungsinya dengan baik. Sementara institusi media hanya berkiblat pada perhitungan kapital dan melupakan misi pencerahan sebagai salah satu pilar demokrasi. Kondisi tidak menguntungkan tersebut bukan kemudian mengembuskan napas apatis. Justru tantangan tersebut menjadi pemicu untuk lebih giat dan bekerja keras mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama, yakni mendidik dan menyiapkan generasi muda demi kemajuan dan keselamatan bangsa. Buku ini membawa pencerahan, bagi siapa pun Anda, orangtua, praktisi pendidik, kaum birokrat, atau sebagai masyarakat awam.
### Buku "Pendidikan Agama dalam Keluarga Revitalisasi Peran Keluarga dalam Membangun Generasi Bangsa yang Berkarakter" ditulis oleh Dr. H. Moh. Haitami Salim, M.Ag. Dengan mengucapkan syukur kepada Allah yang telah memberikan ilmu melalui kalam, penulis menyajikan pandangan tentang pentingnya pendidikan agama dalam keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dan utama. Keluarga dianggap sebagai unit terkecil masyarakat yang memiliki peran krusial dalam pembentukan karakter generasi bangsa. Namun, dalam praktiknya, pendidikan agama dalam keluarga sering dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti masalah rumah tangga, kurangnya profesionalisme sekolah, serta kurangnya peran pemerintah dalam menjalankan fungsinya dengan baik. Penulis berpendapat bahwa untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pemahaman yang lebih jelas dan praktis tentang pendidikan agama dalam keluarga. Buku ini mencoba membantu pembaca dengan memberikan pemahaman teoritis dan praktis yang dikombinasikan dengan pengalaman penulis dalam melaksanakan tugas pendidikan dan kemasyarakatan. Selain itu, buku ini juga merupakan persembahan kepada keluarga dan orang-orang tercinta penulis, yang telah memberikan pengaruh besar dalam membentuk karakter dan inspirasi penulis. Dengan buku ini, penulis berharap dapat memberikan kontribusi pada upaya mengembangkan generasi bangsa yang berbudi luhur dan beriman. --- singkat ini dirancang untuk memberikan gambaran umum tentang isi dan tujuan buku, sesuai dengan konten yang diberikan dalam buku.
Unduh untuk perangkat lain: