Puisi dengan judul Lelaki Penjaja Buku di Antara Semarang-Magelang. Sebuah karya yang mengandung satire, dengan bahasa yang lugas, sederhana, tetapi dalam maknanya. Puisi ini mungkin mewakili suara hati para penulis yang tidak memiliki nama besar hingga karya dan bukunya tidak dianggap menarik, bahkan dengan harga asongan pun tidak memiliki nilai. (Tari Abdullah/Penulis dan Mompreneur, Surabaya) Dengan puisi, kita tak perlu cerita sana-sini. Cukup kita tuliskan, isi hati kan tertorehkan. Dalam antologi puisi ini, penulis sangat baik dalam menentukan diksi. Penggambaran yang sederhana, tetapi memberikan pesan kehidupan yang bermakna. Salah satu yang berkesan buat saya adalah puisi yang berjudul
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.