Inuk membuat para awak kapal tertawa setiap kali mereka melihatnya, karena dia sudah menanggalkan kaus tangan dan celananya yang terbuat dari kulit anjing laut. Para awak kapal memberinya semacam celana pendek terbuat dari kulit
### Buku ini menceritakan perjalanan Inuk, seorang pemuda Eskimo yang menghadapi tantangan hidupnya di dataran tundras yang menutupi sepuluh bulan setiap tahunnya. Inuk bermukim di sebuah desa Eskimo yang dikelilingi oleh padang salju yang luas, tempat pohon-pohon besar dan kehidupan liar abadi berdiri berdampingan. Meskipun Inuk terbiasa dengan musim dingin, ia tetap tidak menyukainya dan merasa sedih setiap kali salju datang. Setiap hari, Inuk harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah cuaca yang sepoi-sepoi. Ia terlibat dalam berbagai rutinitas seperti membersihkan ikan untuk Meeka, bibinya, dan mempersiapkan perangkap untuk buruan. Namun, Inuk sering terjebak dalam lamunan, memimpikan hal-hal yang berbeda, seperti berenang dengan seekor ikan raksasa atau berterbang bersama matahari. Pada suatu waktu, Inuk mendapatkan kesempatan untuk pergi berburu sendirian dengan kereta salju dan anjing-anjing. Namun, peluang ini juga menantang, karena ia harus berhati-hati agar tidak terlambat dan kehilangan kesempatan berburu. ini menunjukkan bagaimana Inuk harus beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem dan bertahan hidup sambil tetap merindukan musim panas yang lebih lembut. Bagi Inuk, perubahan cuaca bukan hanya berarti berpindah musim, tetapi juga membalas rasa tidak bahagia yang ia rasakan di tengah es dan salju.
Unduh untuk perangkat lain: