Suatu negeri menjadi begitu rapuh karena elemen masyarakatnya tidak saling percaya, tidak saling menghormati, dan tidak saling dukung untuk membangun. Negeri yang tampak bersatu, tapi jiwa masyarakatnya terkoyak-koyak centang-perenang oleh benturan berbagai kepentingan pribadi dan kelompok. Masing-masing saling curiga dan digerogoti kedengkian. Negeri itu semakin rapuh, karena rakyat dan pemimpin tidak bahu-membahu. Pemimpinnya memikirkan perebutan kedudukan sendiri dan menggenggam kekuasaannya dengan zalim. Sedangkan rakyatnya menghabiskan banyak energi untuk menguliti kelemahan pemimpin dan bahkan menghinanya. Pemimpin tidak mengayomi rakyatnya. Rakyatnya sama sekali tidak respek kepada pemimpinnya. Negeri itu seolah dililit benang kusut krisis yang tidak diketahui di mana ujung akhirnya. Ustadz Abu Umar Basyier memotret kenyataan itu dalam obrolan pinggir jalan dan warung kopi lapisan warga akar rumput dalam bukunya Indonesia Negeri Para Pendengki? Autokritik dalam buku itu bukan untuk menghakimi siapapun, tetapi menjadi nasihat bagi kita semua untuk menanam investasi perbaikan bagi kehidupan negeri ini.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.