Deburan ombak Pantai Marina nyaring terdengar seiring redupnya sinar matahari sore. Pemandangan pohon mangrove terjajar rapi di depan mata, memberikan kenyamanan saat netra memandang. Srek … srekk …, suara daunnya yang menghijau bersamaan seakan dikomando. “Ah … segarnya!“ ucap Yasa seraya membentangkan tangan, menghirup udara sore itu dalam-dalam. Menghirup dan membuangnya perlahan berkali-kali. Matanya terpejam. Cukup lama ia melakukannya di atas batu besar yang mereka pijak. Hadi tersenyum di samping Yasa, matanya terlihat menyipit saat tersenyum, menyaksikan istri mungilnya menikmati indahnya Pantai Marina. Harga kebersamaan yang ia dapatkan ditebus dengan perjuangan yang luar biasa. Penuh liku-liku dan air mata.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.