Melalui goresan pena, emosi meluap lebur, kata-kata menari dalam kisah-kisah, seperti di dalam antologi puisi "Birunya Rindu". Di sini, penulis membagikan potongan-potongan jiwanya kepada pembaca yang merindukan irama puisi. Tiap relung waktu, entah di pelukan rumah atau dalam penantian, saat di sana ada kejenuhan yang meresap, karena menunggu menyiratkan kesabaran. Waktu itu gemulai oleh keteguhan. Dalam heningnya, penulis menumpahkan kata demi kata, yang kemudian digarap dan abadi di halaman sebuah buku. Di dalam panggung kehidupan, kerinduan adalah warna universal. Di halaman-halaman antologi ini, yang berjudul "Birunya Rindu," pembaca akan menemukan simetri perasaan dalam kalimat-kalimat yang menggugah.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.